I. Langkah Pertamanya adalah:
“Gantilah bentuk icon-icon yang sering di tiru oleh virus tersebut atau icon file lain yang kemungkinan dapat dimanfaatkan virus untuk mengecoh kita(ex; *.doc,*rtf,*txt).”
II. Langkah Kedua:
85% virus menggunakan bahasa pemrograman “Visual Basic”. Sedangkan Program atau virus yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic untuk dapat berjalan di Sistem Operasi Windows akan selalu membutuhkan suatu file modul yang bernama “msvbvm60.dll” yang letaknya di direktori “C:\WINDOWS\system32\”. Jadi apabila file tersebut tidak ada, maka dari ke 85% virus dari Indonesia, dan 65% virus dari Luar Negeri tersebut tidak akan bisa berjalan, akan tetapi resikonya adalah apabila ada aplikasi yang bukan virus yang juga dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic juga akan lumpuh,jd jika dibutuhkan kembalikan file modul yang bernama “msvbvm60.dll”
III. Langkah Ketiga:
caranya --> tekan ctrl+r lalu ketik regedit lalu ikuti langkah dibawah ini
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
Klik ganda NoDriveTypeAutoRun dan masukkan angka 95 pada Value Data.